Demikian penggalan Suara Gembala MS Sinode GMIT yang disampaikan Pdt. Saneb Blegur dalam Kebaktian Pengutusan dan perhadapan Pendeta di Jemaat GMIT Syalom Oehela, Klasis Soe minggu, 7/6/2026.
Pendeta Saneb dalam penyampaiannya mengatakan bahwa sebagai Pendeta terkadang tidak mampu mengupgrade spiritualnya, sehingga dalam panggilan pelayanannya bisa tergerus oleh tantangan pelayanan dan tantangan zaman yang datang dalam berbagai bentuk ; terutama orientasi pelayanan yang mulai bergeser ke hal hal yang tidak memuliakan Tuhan.
“Kita Pendeta biasa berdoa kasih Jemaat, baca Alkitab dan renungkan kasih Jemaat, namun siapa yang berdoa dan renungkan kasih Kita? kalau kita sendiri tidak berupaya memulihkan spiritualitas kita, ujar mantan KMK Amanuban Timur ini retoris.
Untuk itu pihaknya selalu memotivasi rekan rekan Pendeta untuk terus mengupgrade spiritualnya lewat kegiatan meditasi, rekolekasi dan sebagainya agar tetap fokus melayani.

Sebagai informasi, bahwa kebaktian Pengutusan tersebut dilakukan setelah Pdt. Ingrid Tanesab, STh (Pendeta sebelumnya) melayani selama 7 tahun di Jemaat Syalom Oehela dan diutus melayani di Jemaat Yegar Sahaduta Oenaek, Klasis Kupang Barat, sementara itu di Jemaat Oehela diperhadapkan Pdt. Yanse Maria Naat, MSi setelah sebelumnya melayani di Klasis Rote Barat Laut.

Bertindak sebagai pemimpin kebaktian adalah Pdt. Yohanis Lolok, Ketua MK Rote Barat Laut.
Hadir dalam acara tersebut KMK Soe, Pdt.Ketlyn Biaf-Radja, Sekretaris MK Soe, Pnt. Alfred Snae, Anggota DPRD TTS, Albinus Kase, unsur BP4K Pnt. Semi Banamtuan dan Pnt. Arifin Betty, sedangkan dari unsur BP3K Pnt. Koy, juga keluarga dari kedua Pendeta yang diperhadapkan maupun diutus.

Turut hadir mempersembahkan pujian dalam kebaktian dimaksud berturut-turut, Koor Musik Babatu JBKN, Koor Presbiter Shalom Oehela, VG. Pemuda Yegar Sahaduta Oenaek, PAR Oehela, Pemuda Oehela, dan VG. Bersaudara.